Social penethration Theory
Hallo sobat blogger !!
sobat kalian tahu tidak bahwa gak cuman bawang aja loh yang berlapis-lapis, tapi kita sebagai makhluk sosial juga memiliki lapisan-lapisan tertentu loh... terutama saat kita mulai berkomunikasi dengan orang lain.
ha? Lapisan? lapisan Kulit? apa sih kue lapis?.
Nah dari pada penasaran yuk langsung simak saja penjabarannya dibawah ini.
***
Dari sekian banyak ilmu sosial, Ilmu komunikasi memfokuskan kajiannya terhadap fenomena human communication. Teori penetrasi sosial ini termasuk kedalam komunikasi intra personal. teori ini ditemukan oleh Erwin Daltman dan Dalmas Taylor pada tahun 1973.
singkatnya teori penetrasi sosial ini akan membahas bahwa manusia sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi atau memulai suatu hubungan memiliki pola pengembangan hubungan itu sendiri yang merupakan sebuah proses dimana individu bergerak dari komunikasi superfisial (tidak akrab) menuju komunikas yang lebih intim (akrab). hal ini disebut juga sebagai proses penetrasi sosial. pada proses penetrasi sosial juga mencangkup perilaku verbal, non verbal, dan perilaku yang berorientasi pada lingkungan.
A. Biografi Tokoh Penemu teori
> Erwin Daltman
Erwin Daltman. Altman merupakan seorang psikolog sosial yang meraih gelar BA (gelar sarjana) dari New York University pada tahun 1951 , gelar MA (Magister/ Master) dari University of Maryland pada tahun 1954 dan gelar Ph.D. (gelar doktor fisafat) dari University of Maryland pada tahun 1957 .Beliau aktif dalam berbagai kelompok dan asosiasi termasuk Asosiasi Internasional Psikologi Terapan , American Psychological Association , Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan, dan lain-lain.
> Dalmas Tylor
Dalmas Taylor atau yang biasa dikenal denga Da Taylor merupakan seorang pemimpin keadilan sosial , sarjana , politisi dan administrator , mentor dan guru . Taylor adalah pendiri Program Fellowship Minoritas di American Psychological Association . Dia membantu membuka APA psikolog etnis minoritas hamil KTT Etnis Minoritas Psikolog pada tahun 1978 . Taylor bertugas di berbagai papan APA , komite , gugus tugas , dan kelompok ad hoc , dan terpilih sebagai presiden dari Divisi 9 dan Divisi 45 Teori Penetrasi Sosial ( 1973) dengan I. Altman
B. Pengertian Penetrasi Sosial
Teori penetrasi sosial adalah sebuah teori yang menggambarkan tentang suatu pola pengembangan hubungan.
Irwin Altman dan Dalmas Taylor (1973) menggambarkan pola perkembangan hubungan merupakan sebuah proses identifikasi sebagai penetrasi sosial. Penetrasi sosial mengacu pada proses ikatan hubungan di mana individu berpindah dari komunikasi yang dangkal ke komunikasi yang lebih intim. Dimensi lain dari keintiman ini termasuk intelektual dan emosional, dan sejauh mana pasangan berbagi aktivitas (West & Turner, 2009). Mereka berpendapat bahwa hubungan terorganisir dan dapat diprediksi dalam perkembangannya, namun ketika kedua individu sudah dekat, maka kepribadian setiap individu akan mempengaruhi arah hubungan.
berikut ini asumsi yang memandu teori penetrasi sosial itu sendiri :
Hubungan berkembang dari tidak intim menjadi intim.
komunikasi relational antara individu dimulai pada tingkatan yang dangkal/ general dan bergerak secara berkelanjutan ke tingkat yang lebih intim/dekat.
Perkembangan hubungan umumnya sistematis dan dapat diprediksi.
Hubungan seperti proses komunikasi adalah suatu hal yang dinamis dan selalu berubah, namun hubungan dinamis pun memiliki beberapa standar dan pola pengembangan yang dapat diprediksi dan diterima. Meskipun kita tidak mengetahui dengan tepat arah suatu hubungan atau kita tidak dapat memprediksi masa depan yang tepat, namun proses penetrasi sosial cukup terorganisir dan dapat diprediksi.
Perkembangan Hubungan mencangkup depenetrasi (penarikan diri) dan Disolusi
perkembangan hubungan juga mencangkup depenetrasi atau penarikan diri. Jika komunikasi yang berkembang atau berlanjut bersifat konfliktual, misalnya konflik ini terus menjadi destruktif dan tidak terselesaikan, hubungan mungkin akan mundur selangkah dan menjadi kurang dekat.
Pembukaan diri adalah inti dari perkembangan hubungan.
pengungkapan secara umum diartikan sebagai suatu proses yang bertujuan untuk mengungkapkan informasi tentang diri kita ke orang lain. Biasanya, informasi yang membentuk pengungkapan diri ini bersifat signifikan. seperti pengungkapan diri yang bentuknya agak privasi seperti informasi diri yang mencangkup agama dan cara pandang kita terhadap suatu hal.
C. Analogi Bawang
Teori penetrasi sosial sering kali disebut sebagai teori lapisan bawang, karena teori ini menggunakan analogi bawang yang berlapis-lapis yang menggambarkan tahapan-tahapan membangun hubungan. Altman dan Taylor mengibaratkan manusia seperti bawang merah. Maksudnya adalah pada hakikatnya manusia memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian. Jika kita mengupas kulit terluar bawang, maka kita akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. Begitu pula kepribadian manusia.
berikut ini tahap-tahap penetrasi sosial yang bisa kita lihat dari analogi bawang :
1. Orientation Stage (lapisan terluar)
Tahapan ini dilakukan dengan memulai pembicaraan yang terkesan pendek dan sederhana. biasanya berupa image yang ingin kita tampilkan di publik
2. Exploratory Stage
Tahapan ini setiap individu mulai melepaskan dirinya sendiri dengan mengekspresikan sikap - sikap pribadi tentang topik - topik umum.Pada tahapin ini hubungan anatar individu biasanya akan saling antusias untuk membuka diri, dan keterbukaan ini bersifat timbal balik.
3. Affective Stage
Tahapan ini setiap individu mulai berbicara hal - hal bersifat pribadi dan personal. Ditahap ini juga individu sudah menggunakan idiom pribadinya yang merupakan cara pribadi untuk mengekspresikan keintiman suatu hubungan melalui kata-kata, frasa, atau perilaku. contohnya seperti menggunakan panggilan "sayang" atau nama panggilan yang hanya dimengerti kedua belah pihak.
4. Stable Stage
Hubungan berkembang menjangkau tingkatan dimana hal - hal personal dibagikan dan salah satu pihak dapat memprediksi reaksi emosional dari orang lain dengan baik. pertukaran di tahap ini sudah sangat stabil.
5. Depenetration
Tahapan ini terjadi dimana sutau hubungan mulai jatuh dan terjadi hal yang tidak di inginkan. pada tahapan ini bisa mengakibatkan berakhirnya suatu hubungan.
dalam analogi bawang ini penetrasi dapat dilihat dalam dua dimensi, yaitu luas dan dalam. Luasnya mengacu pada jumlah berbagai topik yang dibahas dalam hubungan. keluasan waktu berkaitan dengan jumlah waktu yang dihabiskan kedua individu untuk berkomunikasi satu sama lain tentang berbagai topik. sedangkan kedalaman disini mengacu pada tingkat keintiman yang memandu diskusi topik.
D. Pertukaran sosial
Teori Penetrasi Sosial didasarkan pada beberapa prinsip Teori Pertukaran Sosial ( Thibaut & Kelley ,1959 ). Menurut mereka dalam konsep pertukaran sosial, sejumlah hal yang penting antara lain adalah relational outcomes, relational satisfaction, dan relational stability. hal ini juga menyangkut tentang seberapa dekat suatu individu dalam sebuah hubungan menurut teori penetrasi sosial ditentukan oleh prinsip untung-rugi (reward-costs analysis). Setelah perkenalan dengan seseorang pada dasarnya tanpa disadari atau tidak kita menghitung faktor untung-rugi dalam hubungan kita dengan orang tersebut, atau disebut dengan indeks kepuasan dalam hubungan (index of relational satisfaction). Begitu juga yang orang lain tersebut terapkan ketika berhubungan dengan kita. Jika hubungan tersebut sama-sama menguntungkan maka kemungkinan untuk berlanjut akan lebih besar, dan proses penetrasi sosial akan terus berkelanjutan. Sehinga hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung penetrasi sosial.
KESIMPULAN
teori penetrasi ini menjelaskan tentang proses-proses untuk membangun komunikasi dengan seseorang. untuk lebih dekat dan akrab dengan seseorang kita tidak bisa langsung dekat dan akrab pada awal pertemuan. Terdapat serangkaian tahap yang harus dilakukan ketika ingin membangun suatu hubungan itu. Karena pada hakikatnya manusia memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian selayaknya sebuah bawang. Jika kita mengupas kulit terluar bawang, maka kita akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. Begitu pula kepribadian manusia. Dalam teori ini Irwin Altman dan Dalmas Taylor menyatakan empat tahapan penetrasi sosial yaitu orientasi, pertukaran penjajakan afektif, pertukaran afektif dan pertukaran stabil.
nah sobat sekarang kalian jadi lebih tahu kan bahwa sebenarnya hal sederhana seperti membangun hubungan, baik itu dengan teman maupun gebetan kalian sekalian pun ternyata dapat dijelaskan melalui teori komunikasi. cukup menarik ya sobat
Sumber refferensi : West, R., Turner, L. H. (2009). Introducing Communication Theory - Analysis and Application. Edisi ke-empat.
tag : Teori Komunikasi, Penetrasi Sosial, Analogi Bawang.
Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia.
Keren banget, semangat anayy!!!
BalasHapusterima kasih banyak alai, semoga bermanfaat yaa!! 😁
Hapuslucu banget kalimat pembukanya, jadi bersemangat bacanya :D
BalasHapusterima kasih banyak dimas, semoga bermanfaat yaa!! 😁
Hapuswaah sangat mudah dimengerti dan bermanfaat sekalii!!
BalasHapusterima kasih banyak monic semoga bermanfaat yaa ☺️
Hapusgampang dipahamiii jadi seru banget bacanyaa><
BalasHapuswaa terima kasih banyak kak, semoga bermanfaat ya!! ☺️
HapusTerima Kasih, atas ilmu yang diberikan sangat bermanfaat. Sukses selalu untuk penulis
BalasHapusterima kasih banyak rilo!!
HapusSekilas baca langsung paham, mantapp
BalasHapusterima kasih banyak aldi, semoga bermanfaat ya !!
Hapuskeren banget!! bacaannya juga menarik.., semangatt!!
BalasHapusterima kasih banyak kak, semoga bermanfaat ya 😁
HapusKerenn dan menarik❣️
BalasHapusterima kasih banyak kak khansa 😊
HapusWahh sukaa bangett sama materinya bahasany mudah dimengertii jugaa jadi ga kesulitan pas bacaa💖💖
BalasHapuswaa terima kasih semoga bermanfaat ya!!
HapusWow materinya bermanfaat banget nih!!
BalasHapussemoga bermanfaat yaa!!
Hapusterima kasih banyak kak khansa 😊
BalasHapus